Rabu, 28 Desember 2011

PENGENALAN AVO METER

AVO meter adalah alat untuk mengukur arus, tegangan dan hambatan listrik. AVO meter adalah kependekan dari Ampere Volt Ohm meter. Ada dua jenis AVO meter yaitu AVO meter analog (tampilannya berupa jarum putar) dan AVO meter digital (tampilannya berupa display digital). Kadang orang menyebut AVO meter dengan multi tester.



Dalam penggunaannya penting sekali untuk memperhatikan dan memilih skala pengukuran yang sesuai sebelum melakukan pengukuran. Biasakan untuk menggunakan skala paling tinggi pada saat awal pengukuran baik arus, tegangan ataupun hambatan listrik. Selanjutnya bisa diturunkan skalanya jika dirasakan hasil pengukuran masih belum mencukupi tingkat ketelitiannya.

Sebagai contoh misalnya kita gunakan sebuah AVO meter analog untuk mengukur tegangan pada suatu sumber tegangan AC. Kita tempatkan saklar pada posisi VAC (pengukuran untuk tegangan AC), pilih skala tertinggi. Lihat simpangan jarumnya apakah sudah cukup untuk dapat terbaca ataukah simpangannya terlalu kecil sehingga sulit terbaca. Jika simpangan jarumnya terlalu kecil maka skala pengukuran bisa kita turunkan lagi sampai mendapatkan hasil simpangan yang dapat terbaca dengan baik. Jangan memilih skala yang terlalu kecil sehingga jarum menyimpang melebihi batas maksimum pengukuran, ini dapat merusakkan AVO meter. Penting juga memperhatikan polaritas jika yang kita ukur berkaitan dengan arus dan tegangan DC. Jangan sampai terbalik karena dapat juga merusakkan AVO meter.

Untuk AVO meter analog penting juga mengkalibrasi AVO meter sebelum digunakan untuk melakukan pengukuran, terutama dalam mengukur tahanan (resistor) agar hasil pengukurannya akurat. Caranya hubungkan tap2 AVO meter lalu putar penepat not (kalibrator) hingga jarum tepat menunjukkan angka 0 ohm, baru kemudian siap digunakan. Jika skala pengukuran diubah biasanya harus dikalibrasi lagi.


Untuk AVO meter digital biasanya dilengkapi dengan kemampuan untuk mengukur kapasitas sebuah kapasitor serta hfe transistor, dan tanpa perlu dikalibrasi. Sepertinya memang lebih praktis tapi harganya juga praktis lebih mahal.
Tapi ada juga AVO meter analog dengan merek tertentu yang lumayan mahal karena memang hasil bacaannya akurat dan bagus, cuma tetep bacanya mesti harus melirik simpangan jarum
Nah sampai disini saja dulu uraian singkat mengenai AVO Meter nanti kita lanjutkan lagi pelajarannya. Sukses selalu........

Artigos Relacionados

Selasa, 27 Desember 2011

Cara Mengedit Template Blog Agar SEO Friendly

SEO FRIENDLYBerbagai cara memang telah dilakukan untuk meningkatkan optimasi SEO blogspot, seperti halnya dalam memilih template blog. Memilih template blog yang benar memang mutlak diperlukan. Jika dalam memilih template blog dengan asal-asalan, alhasil nantinya SEO blogspot kita akan kacau.

Maka pilihlah template blog Sobat dengan benar. Benar disini maksudnya adalah tampilannya bagus, tidak mencolok mata, cocok untuk tema blog kita, dan yang lebih penting lagi adalah SEO Friendly.

Nah, jika mungkin Sobat ingin membuat template blog Sobat agar menjadi template SEO friendly maka cara-cara di bawah ini mungkin bisa bermanfaat buat Sobat. Berikut cara-caranya!

  1. Page Title
    Biasanya format page title dari blogger adalah seperti ini, JUDUL BLOG : JUDUL POSTING. Nah, agar blog kita lebih disukai oleh Google sehingga ujung-ujungnya blog kita jadi rame, kita harus merubah format page title standar itu menjadi seperti ini, JUDUL POSTING | JUDUL BLOG.

    Caranya cari kode berikut ini di Edit HTML, cukup dengan menekan tombol Ctrl+F pada keyboard!

    <title><data:blog.pageTitle/></title>

    Kalo udah dapet kodenya, silakan Sobat hapus dan ganti dengan kode berikut ini!

    <b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
    <title><data:blog.pageName/> | <data:blog.title/></title>
    <b:else/>
    <title><data:blog.pageTitle/></title>
    </b:if>



    Atau Sobat juga bisa tambahkan dengan beberapa kata kunci (keyword).

    <b:if cond='data:blog.pageType == "item"'>
    <title><data:blog.pageName/> | <data:blog.title/></title>
    <b:else/>
    <title><data:blog.pageTitle/> | KATA KUNCI SOBAT| KATA KUNCI SOBAT </title>
    </b:if>



    Ganti kode "KATA KUNCI SOBAT" dengan keyword yang Sobat incar. Setelah semua selesai jangan lupa untuk save template.
  2. Meta Keyword dan Deskripsi
    Suatu mesin pencari seperti Google sangat menyukai sebuah website/blog yang jelas tema dan isi content-nya. Jadi, Sobat harus tambahkan suatu tag yang namanya meta tag. Caranya adalah dengan menambahkan kode berikut ini sebelum kode <b:skin><![CDATA[/*.

    <b:if cond='data:blog.url == data:blog.homepageUrl'>
    <meta name="description" content="DESKRIPSI BLOG SOBAT" />
    <meta name="keywords" content="KATA KUNCI, KATA KUNCI, KATA KUNCI" />
    </b:if>


    Setelah itu, save template Sobat.
  3. Memasang Breadcrumbs
    Breadcrumbs adalah menu navigasi yang ada di atas sebuah posting atau artikel. Contohnya bisa dilihat diblog saya ini. Cara pasangnya juga sudah banyak dibahas di blog-blog guru blogging.
  4. Memasang Related Post
    Related post sangat bagus untuk SEO maupun buat pengunjung. Jadi pasanglah segera related post di blog Sobat. Caranya sudah banyak dibahas di blog-blog para guru blogging.
  5. Mematikan Setting Blog Archive (Arsip Blog)
    “Lho?”
    “Buat apa?”

    Begini, Google sangat membenci dengan yang namanya duplicate content. Jadi ketika kita mengaktifkan opsi blog arsip, misalnya kejadiannya seperti ini, Sobat ingin membuat sebuah blog di blogger.com. Lalu membuat 3 posting, 1 buah setiap hari. Maka di halaman utama atau homepage Sobat akan ada 3 posting dan sebuah link arsip seperti ini, http://BLOGSOBAT.blogspot.com/2007_03_01_archive.html, yang memunculkan 3 posting yang sama dengan yang dimunculkan oleh homepage. Intinya, 2 buah link yang memunculkan sebuah halaman yang sama. Bagi Search Engine apa lagi Google, ini adalah masalah serius. Oleh karena itu kita harus me-nonaktifkan opsi arsip.

    Caranya, cukup klik tab Setting, pilih Archiving. Nah, pada bagian Archiving Frequency ubah menjadi No Archive. Selesai sudah! :)
  6. Menambahkan Kode ‘Rel=Canonical’
    Gunanya kita menambahkan ‘rel=canonical’ adalah untuk menghindari konten ganda, karena seperti para Master of SEO bilang bahwa Google sangat tidak dapat mentolerir sebuah duplicate content. Caranya mudah, cukup klik Edit HTML, lalu Sobat tambahkan kode berikut setelah kode <head>.

    <link expr:href='data:blog.url' rel='canonical' />


    Save template dan selesai.
  7. Tag Heading
    Google sangat menyukai sebuah tulisan atau judul dengan tag H1. Oleh karena itu ubahlah ukuran judul posting Sobat dengan tag H1. Caranya cari kode berikut!

    <b:if cond='data:post.title'>
    <h3 class='post-title entry-title'>
    <b:if cond='data:post.link'>
    <a expr:href='data:post.link'><data:post.title/></a>
    <b:else/>
    <b:if cond='data:post.url'>
    <a expr:href='data:post.url'><data:post.title/></a>
    <b:else/>
    <data:post.title/>
    </b:if>
    </b:if>
    </h3>
    </b:if>

    Kode yang dicetak tebal dihapus dan diubah dengan tulisan h1. Setelah itu tambahkan kode berikut sebelum kode ]]></b:skin>.

    h1.post-title, .post h1 #Blog1 h1, #Blog2 h1 { font-size:1.5em; }

Nah, mungkin cukup sekian dulu dari saya tentang bagaimana cara mengedit template blog agar SEO friendly kali ini. Sebelumnya tips ini saya rangkum dari berbagai sumber ketika saya lama belajar SEO blogspot walaupun SEO blog saya belum seoptimal blog master di luar sana. :)

Semoga bermanfaat dan sukses selalu!

Terima kasih.

Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/09/cara-mengedit-template-blog-agar-seo.html#ixzz1hkMDUwHG

jasa pembuatan skripsi

hub 085233207955